PTK Penjasorkes : Upaya Meningkatkan Percaya Diri Dan Keterampilan Senam Lantai Guling Depan Mata Pelajaran Penjasorkes Dengan Menggunakan Model Modifikasi Permainan Pada Siswa Kelas VII SMP

Abstrak 

Permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagian siswa mengalami kesulitan melakukan guling depan dikarenakan takut dan merasa tidak bisa melakukan gerakan guling depan. Kemampuan senam lantai guling depan siswa kelas VIIA SMP N 2 Gubug masih kurang dari kriteria ketuntasan minimal, dari 26 peserta didik tersebut yang tuntas materi pembelajaran senam lantai guling depan hanya 9 peserta didik atau 34.6%. 

 Tujuan yang hendak dicapai adalah untuk mengetahui peningkatan percaya diri dan keterampilan senam lantai guling depan dengan menggunakan model modifikasi permainan sehingga menimbulkan rasa suka dan percaya diri untuk melakukan gerakan senam lantai guling depan dengan baik dan benar. 

Penelitian ini dilakukan pada kelas VII SMP N sebanyak 26 siswa. Jenis penelitian yang digunakan penelitian tindakan kelas. Metode pengumpulan data penelitian ini meliputi tes, observasi dan dokumentasi. Analisa data dengan deskriptif komparatif. Indikator kinerja minimal 75% siswa tuntas. 

Penelitian ini didahului dengan prasiklus dan dilanjutkan dengan dua siklus, masing-masing siklus dilakukan 2 kali pertemuan. Siklus I sebanyak 50% siswa memiliki tingkat percaya diri baik, dan Siklus II 100% siswa memiliki tingkat kepercayaan diri yang baik pada pembelajaran senam lantai guling depan. 

Rata-rata keterampilan senam lantai guling depan pada siklus I yaitu cukup atau 74.62 dan meningkat menjadi baik pada siklus II disetiap aspeknya menjadi 81.69. Penerapan pembelajaran dengan modifikasi permainan dapat meningkatkan keterampilan senam lantai guling depan. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan prosentase ketuntasan 65.4% pada siklus I menjadi prosentase ketuntasan 88.5% pada siklus II dan menunjukkan pembelajaran telah tuntas. 

Oleh karena itu disarankan agar penerapan pembelajaran dengan modifikasi permainan dapat digunakan sebagai media alternatif bagi guru dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran Penjasorkes di sekolah. 

Untuk mendapatkan filenya lengkap sebagai referensi hubungi kami di WA 085865907998

Pendahuluan

Pendidikan jasmani berperan penting dalam mencapai perkembangan individu secara menyeluruh, pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan yang diajarkan disekolah memiliki peranan yang sangat penting yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani. 

Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan merupakan media untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan, penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap, mental, emosional, sportivitas, spiritual dan sosial), yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang. 

Guna mewujudkan tujuan pendidikan jasmani tersebut, salah satunya dengan mengupayakan pengembangan kemampuan gerak dan keterampilan seperti olahraga senam. 

Senam merupakan suatu cabang olahraga yang membutuhkan kelentukan dan koordinasi yang baik antara anggota tubuh yang disusun secara sistematis dengan tujuan meningkatkan kesegaran jasmani, mengembangkan keterampilan dan menanamkan nilai-nilai mental spiritual. 

Guling depan tercantum dalam standar kompetensi SMP kelas VII kurikulum KTSP yaitu mempraktikkan berbagai bentuk latihan senam lantai yang lebih kompleks dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, serta dalam kompetensi dasar yaitu mempraktikkan kombinasi gerak senam lantai tanpa alat dengan memperhatikan faktor keselamatan, nilai disiplin, dan keberanian. 

Penguasaan gerak dasar guling depan merupakan salah satu faktor yang harus diajarkan kepada siswa agar mampu melakukan gerakan senam lantai dengan baik. Dalam tahap awal proses belajar, siswa tidak harus dibebani secara mental dan fisik. 

Oleh karena itu belajar gerak dasar tetap diberikan pada bagian pertama atau pemulaan sesi latihan.guling depan merupakan salah satu materi senam lantai. Berdasar pendapat tersebut menunjukan bahwa, keberhasilan seseorang melakukan guling depan dibutuhkan keberanian, keseimbangan, kelentukan, dan kecepatan serta penguasaan teknik yang benar, agar gerakan guling depan dapat dilakukan dengan baik. 

Hal terpenting dan harus diperhatikan pada saat akan melakukan guling ke depan yaitu, kepala harus ditekuk kedalam hingga dagu menyentuh dada dan menjatuhkan badan dan kaki sebulat mungkin. Jika seseorang saat berguling mampu membuat tubuh sebulat mungkin, maka gerakan guling depan dapat dilakukan dengan mudah. 

Gerakan guling depan memerlukan kelentukan, ketangkasan, keberanian, dan kepercayaan diri pada diri siswa, selama ini kenyataan guru cenderung mengajar guling depan apa adanya tanpa menggunakan bantuan alat apapun. 

Hal ini menjadikan sebagian siswa mengalami kesulitan melakukan guling depan dikarenakan takut dan merasa tidak bisa melakukan gerakan guling depan. Oleh karena itu seorang guru harus betul-betul paham dan menggunakan variasi media pembelajaran agar siswa merasa tidak takut dan berani melakukan guling depan dengan percaya diri. 

Siswa SMP N 2 selama ini nilai kemampuan senam lantai guling depan masih kurang dari kriteria ketuntasan minimal, dari 26 peserta didik tersebut yang tuntas materi pembelajaran senam lantai guling depan hanya 9 peserta didik atau 34.61%, sedangkan lainnya belum tuntas dalam teknik guling depan. 

Apabila rendahnya kemampuan siswa dalam guling depan tidak segera diatasi, maka akan menurunkan hasil belajar siswa, maka dari itu untuk mencapai tujuan pembelajaran, seorang guru harus kreatif dalam menyajikan pembelajaran dengan berbagai cara agar bahan pelajaran yang disajikan dapat diterima dengan baik oleh siswa. 

Salah satunya menggunakan variasi dalam menggunakan media sebagai bahan ajar, yaitu modifikasi permainan. Penerapan modifikasi permaninan yang bersifat kreatif dan menyenangkan sesuai dengan karakteristik siswa akan membantu para siswanya untuk dapat meningkatkan hasil belajarnya. Sehingga saat suasana proses pembelajaran berlangsung akan terlihat para siswa mampu dan timbul rasa suka untuk melakukan gerakan senam lantai guling depan dengan baik dan benar. 

Kesimpulan

Penerapan pembelajaran menggunakan modifikasi permainan dapat meningkatkan keterampilan senam lantai guling depan yang lebih baik. Keterampilan senam lantai guling depan dapat dilihat dari penguasaan sikap awal, saat berguling, pendaratan dan sikap akhir. Rata-rata keterampilan senam lantai guling depan pada siklus I yaitu cukup atau 74.62 dan meningkat menjadi baik pada siklus II disetiap aspeknya menjadi 81.69. Penerapan pembelajaran dengan modifikasi permainan dapat meningkatkan keterampilan senam lantai guling depan. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan prosentase ketuntasan 65.4% pada siklus I menjadi prosentase ketuntasan 88.5% pada siklus II dan menunjukkan pembelajaran telah tuntas.

Percaya diri siswa kelas VII-A dapat ditingkat melalui penerapan pembelajaran model modifikasi permainan pada senam lantai guling depan, Hal ini dibuktikan oleh hasil penelitian pada Siklus I sebanyak 50% siswa memiliki tingkat percaya diri baik, dan Siklus II semua peserta didik memiliki tingkat kepercayaan diri yang baik pada pembelajaran senam lantai guling depan.
 

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "PTK Penjasorkes : Upaya Meningkatkan Percaya Diri Dan Keterampilan Senam Lantai Guling Depan Mata Pelajaran Penjasorkes Dengan Menggunakan Model Modifikasi Permainan Pada Siswa Kelas VII SMP"

Posting Komentar