Wednesday, October 31, 2012

Makalah Bahasa Indonesia - Kalimat Efektif


MAKALAH BAHASA INDONESIA
“KALIMAT EFEKTIF”

PENDAHULUAN
 Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis serta dapat diterima maksudnya/arti serta tujuannya seperti yang di maksud penulis /pembicara.
Seorang penulis harus menguasi bahasa dengan baik dan benar. Artinya, penulis dapat memanfaatkan keterampilan berbahasa berikut sesuai dengan kaidah baku. Misalnya dalam penggunaan kalimat efektif. Kalimat efektif perlu dipahami sebagai kalimat yang dapat menyampaikan informasi  agar mudah dipahami oleh pembaca. Pembaca dalam hal ini harus memahami beberapa aspek berikut :
a.       Penggunaan ejaan dalam bahasa tulis  akan membentuk kalimat menjadi efektif.
b.      Pilihan kata perlu memerhatikan ketepatan (kaidah) dan kesesuaian (suasana).
c.       Kalimat efektif didukung dengan kriteria kesatuan gagasan (minimal ada subjek dan predikat dalam setiap kalimat), koherensi (kepaduan antarkata dalam kalimat), kelogisan, kehematan, kesejajaran (misalnya dalam penyajian rincian  langkah kerja, atau prosedur), dan kavariasian bentuk kalimat.
d.      Paragraf yang baik selalu menunjukkan kesatuan atau kepaduan.

Dalam hal ini hendaknya dipahami pula bahwa situasi terjadinya komunikasi juga sangat berpengaruh. Kalimat yang dipandang cukup efektif dalam pergaulan, belum tentu dipandang efektif jika dipakai dalam situasi resmi, demikian pula sebaliknya.

PEMBAHASAN
Kalimat dikatakan efektif apabila berhasil menyampaikan pesan, gagasan, perasaan, maupun pemberitahuan sesuai dengan maksud si pembicara atau penulis. Untuk itu penyampaian harus memenuhi syarat sebagai kalimat yang baik, yaitu strukturnya benar, pilihan katanya tepat, hubungan antarbagiannya logis, dan ejaannya pun harus benar.
Ø  Ciri-ciri kalimat efektif:
1. KESATUAN GAGASAN
Memiliki subyek,predikat, serta unsur-unsur lain ( O/K) yang saling mendukung serta membentuk kesaruan tunggal.
2. KESEJAJARAN
Memiliki kesamaan bentukan/imbuhan.
3. KEHEMATAN
Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu.
4. PENEKANAN
Kalimat yang dipentingkan harus diberi penekanan.
5. KELOGISAN
Kalimat efektif harus mudah dipahami.

Yang perlu diperhatikan oleh para siswa dalam membuat karya tulis, baik berupa essay, artikel, ataupun analisis yang bersifat ilmiah adalah penggunaan bahasa secara tepat, yaitu memakai bahasa baku. Hendaknya disadari bahwa susunan kata yang tidak teratur dan berbelit-belit, penggunaan kata yang tidak tepat makna, dan kesalahan ejaan dapat membuat kalimat tidak efektif.
Ø  Berikut ini akan disampaikan beberapa pola kesalahan yang umum terjadi dalam penulisan serta perbaikannya agar menjadi kalimat yang efektif :
1.  Penggunaan dua kata yang sama artinya dalam sebuah kalimat :
-          Sejak dari usia delapan tauh ia telah ditinggalkan ayahnya.
(Sejak usia delapan tahun ia telah ditinggalkan ayahnya.)
2.  Penggunaan kata berlebih yang ‘mengganggu’ struktur kalimat :
-          Kepada yang bersalah harus dijatuhi hukuman setimpal.
(Yang bersalah harus dijatuhi hukuman setimpal.)

3.  Penggunaan imbuhan yang kacau :
-          Ia diperingati oleh kepala sekolah agar tidak mengulangi perbuatannya.
(Ia diperingatkan oleh kepala sekolah agar tidak mengulangi perbuatannya.
4.  Kalimat tak selesai :
-          Manusia yang secara kodrati merupakan mahluk sosial yang selalu ingin berinteraksi.
(Manusia yang secara kodrati merupakan mahluk sosial, selalu ingin berinteraksi.)
5.  Penggunaan kata dengan struktur dan ejaan yang tidak baku :
-          Kita harus bisa merubah kebiasaan yang buruk.   
(Kita harus bisa mengubah kebiasaan yang buruk.)
6.  Penggunaan tidak tepat kata ‘di mana’ dan ‘yang mana’ :
-          Saya menyukainya di mana sifat-sifatnya sangat baik.
(Saya menyukainya karena sifat-sifatnya sangat baik.)
7.   Penggunaan kata ‘daripada’ yang tidak tepat :
-          Seorang daripada pembatunya pulang ke kampung kemarin.
(Seorang di antara pembantunya pulang ke kampung kemarin.)
8.   Pilihan kata yang tidak tepat :
-          Bukunya ada di saya.
(Bukunya ada pada saya.)
9.       Kalimat ambigu yang dapat menimbulkan salah arti :
-          Usul ini merupakan suatu perkembangan yang menggembirakan untuk memulai pembicaraan damai antara komunis dan pemerintah yang gagal.
10. Pengulangan kata yang tidak perlu :
-          Dalam setahun ia berhasil menerbitkan 5 judul buku setahun.
(Dalam setahun ia berhasil menerbitkan 5 judul buku.)
11.       Kata ‘kalau’ yang dipakai secara salah :
-          Dokter itu mengatakan kalau penyakit AIDS sangat berbahaya.
(Dokter itu mengatakan bahwa penyakit AIDS sangat berbahaya.)
12. Pengaruh bahasa asing
13. Pengaruh bahasa daerah.

Kalimat efektif adalah kalimat yang singkat, padat, dapat menyampaikan pesan secara tepat dan dapat dipahami secara tepat pula. Kalimat efektif dituntut oleh empat ketepatan yakni :
1.      Ketepatan pilihan kata
2.      Ketepatan bentuk kata
3.      Ketepatan pola kalimat
4.      Ketepatan makna kalimat
  
KESIMPULAN

Kalimat dikatakan efektif apabila berhasil menyampaikan pesan, gagasan, perasaan, maupun pemberitahuan sesuai dengan maksud si pembicara atau penulis. Untuk itu penyampaian harus memenuhi syarat sebagai kalimat yang baik, yaitu penggunaan bahasa yang benar, strukturnya benar, pilihan katanya tepat, hubungan antarbagiannya logis, dan ejaannya pun harus benar.
   

DAFTAR PUSTAKA

(http://id.shvoong.com/humanities/linguistics/2050669-pengertian-kalimat-efektif/)
www.bisnet.or.id/vle/mod/resource/view.php?id=1057

No comments:

Post a Comment