Saturday, May 12, 2012

HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU DENGAN KEJADIAN PRE-EKLAMSIA DI RSUI YAKSSI SRAGEN

A.    Latar Belakang
Angka kematian maternal di Indonesia sebesar 248/100.000 kelahiran hidup. Departemen Kesehatan menargetkan angka kematian ibu turun menjadi 125 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2010.
Salah satu penyebab morbiditas dan mortilitas ibu dan janin adalah pre- eklampsia. Pre-eklampsia sampai sekarang masih menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian ibu dan bayi di seluruh dunia (Sibai, 2000). Menurut perkiraan 50.000 wanita pertahun meninggal dunia karena pre-eklampsia (Pipkin, 2003), namun penyebab pasti dari pre-eklampsia masih belum diketahui (Sibai, 2000), sehingga  pre-eklampsia  disebut  sebagai   “the disease of theories”.
Angka kematian ibu akibat pre-eklampsia di Indonesia cukup tinggi yaitu  antara 9,8 persen sampai 25 persen.  Penurunan angka kesakitan dan kematian akibat pre-eklampsia dapat tercapai bila tindakan pencegahan dan diagnosis penyakit dilaksanakan lebih dini serta pengobatan sesegera mungkin. Usaha pencegahan dini dapat dilakukan apabila dapat diidentifikasi faktor-faktor penyebab utama dan faktor-faktor risiko kejadian  pre-eklampsia.
Beberapa peneliti telah mengidentifikasi paritas, umur, jarak persalinan sebagai faktor risiko kejadian pre-eklampsia, namun menunjukkan hasil yang berbeda. Erni (2007) mengatakan variabel paritas tidak berpengaruh terhadap kejadian pre-eklampsia, namun berbeda dengan Rahayuningsih (2006) mengatakan paritas bepengaruh teradap kejadian pre-eklampsia. Menurut Basso (2001), umur  <18 tahun atau >35 tahun berisiko tejadi pre-eklampsia, namun Conde-Agudelo (2002) umur 30 tahun telah berisiko mengalami pre-eklampsia. Trongstad (2001) menyebutkan tidak ada pengaruh interval persalinan terhadap kejadian pre-eklampsia, namun Conde-Agudelo (2002) menyatakan interval persalinan lebih dari 5 tahun mempengaruhi kejadian preeklampsia.
Berdasarkan studi pendahuluan, kejadian pre-eklampsia di Rumah Sakit Umum Islam Yayasan Kesehatan dan Kesejahteraan Sarekat Islam (RSUI YAKSSI) Gemolong Sragen pada tahun 2006-2009 cukup tinggi yaitu sebanyak 8% dari jumlah persalinan (98 kasus pre-eklampsia dari 1225 persalinan). Sejumlah 80% (79 kasus dari 98 kasus pre-eklampsia) dilakukan tindakan sectiocaesarea, dan sebanyak 25 pasien (26%) penderita pre-eklampsia terjadi pada kehamilan pertama. Banyaknya kejadian pre-eklampsia serta belum pernah dilakukannya penelitian dengan sampel pasien di RSUI Yakssi Sragen, mendorong peneliti untuk melakukan penelitian.
Berdasarkan latar belakang beberapa perbedaan hasil penelitian tersebut, maka peneliti tertarik untuk meneliti adanya hubungan karakteristik ibu bersalin meliputi umur, paritas dan interval persalinan dengan kejadian pre-eklampsia di RSUI Yakssi Sragen.

B.     Identifikasi Masalah
Rumusan masalah penelitian yaitu “Apakah karakteristik ibu bersalin meliputi umur, paritas dan interval persalinan berhubungan dengan kejadian pre-eklampsia?”.  DOWNLOAD

No comments:

Post a Comment