Monday, April 9, 2012

HUBUNGAN FREKUENSI ANTARA ANTENATAL CARE DENGAN PENGETAHUAN TENTANG RESIKO TINGGI KEHAMILAN

A. Latar Belakang
Mortalitas  dan  morbiditas  pada  wanita  hamil  dan  bersalin  merupakan  masalah  besar  di  negara  berkembang.  Di  negara  miskin,  sekitar 25-50%  kematian  wanita  usia subur  disebabkan  hal  berkaitan  dengan  kehamilan.  Tahun  1996,  WHO memperkirakan  lebih dari 585.000  ibu  per  tahunnya  meninggal  saat  hamil  atau  bersalin.(1) Menurut Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia pada saat ini angka kematian ibu masih tetap tinggi walaupun sudah terjadi penurunan dari 307 per 100.000 kelahiran hidup menjadi 263 per 100.000 kelahiran hidup.(2)

Berdasarkan kenyataan lebih dari 90% kematian ibu disebabkan oleh komplikasi obstetri, yang sering tidak dapat diramalkan pada saat kehamilan atau persalinan. Tingginya angka kematian ibu di Indonesia, sebagian besar disebabkan oleh perdarahan (28%), eklampsi (24%), infeksi (11%), abortus (5%), atau partus macet (5%). Hanya sekitar 5% kematian ibu disebabkan oleh penyakit yang memburuk akibat kehamilan, misalnya penyakit jantung dan infeksi yang kronis.(3)

Menurut hasil penelitian dari Puspita Dewi ( 2008 ), dapat diketahui bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang resiko tinggi kehamilan dengan frekuensi kunjungan antenatalcare, semakin baik pengetahuan maka semakin patuh dalam melakukan kunjungan antenatalcare.(4)

Menurut hasil penelitian dari Purwaningsih ( 2008 ), dapat diketahui bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan frekuensi antenatalcare .semakin baik pengetahuan maka semakin patuh dalam melakukan antenatalcare.(5)

Berdasarkan laporan PWS KIA Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen tahun 2008 cakupan K1 sebesar 87,8% dan K4 sebesar 83,18% serta resiko tinggi ibu hamil sebesar 20%. Sedangkan cakupan target kunjungan ibu hamil yang telah ditetapkan di propinsi Jawa Tengah tahun 2008 adalah K1 sebesar  100%, K4 sebesar 78%, serta resiko tinggi ibu hamil sebesar 20%.(2)
Ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di PKD Setia Husada Kedawung rata-rata 24 orang / bulan.

Berdasarkan hasil survey pendahuluan tanggal 3 November 2009 di PKD Setia Husada Kedawung Sragen didapatkan hasil sasaran ibu hamil dari bulan Januari-Oktober 2009 sebanyak 147 orang, namun jumlah kunjungan ANC hanya sebanyak 115 orang.
Dari survey pendahuluan tersebut juga diperoleh data bahwa terdapat 18 kasus perdarahan post partum, yang mana dari kasus tersebut ditemukan adanya faktor risiko tinggi kehamilan yaitu anemia 6 orang, pre eklampsia 3 orang,  hipertensi 3 orang, riwayat keguguran berulang 2 orang dan persalinan prematur 2 orang, serta hamil pada usia lebih dari 35 tahun 2 orang.(8) Hal sangat memprihatinkan, ternyata dari total kasus perdarahan post partum tersebut, hanya sebanyak 7 orang yang melakukan ANC secara teratur, kondisi tersebut kemungkinan disebabkan kurangnya pengetahuan ibu tentang risiko tinggi kehamilan, oleh karena ibu tidak teratur melakukan pemeriksaan kehamilan.(8)
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Hubungan Frekuensi Antenatal Care dengan Pengetahuan Ibu tentang Risiko Tinggi Kehamilan di PKD Setia Husada Kedawung Sragen”.
   
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : ”Apakah Ada Hubungan Frekuensi Antenatal Care dengan Pengetahuan ibu hamil tentang Risiko Tinggi Kehamilan di PKD Setia Husada Kedawung Sragen?”.

C. Tujuan Penelitian
1.  Tujuan umum; Untuk mengetahui Hubungan Frekuensi ANC dengan Pengetahuan ibu hamil tentang Risiko Tinggi Kehamilan di PKD Setia Husada Kedawung Sragen.
2.  Tujuan khusus
a.    Untuk mengetahui gambaran frekuensi ANC ibu hamail di Setia Husada Kedawung Sragen.
b.    Untuk mengetahui gambaran pengetahuan risiko tinggi kehamilan pada ibu hamil di Setia Husada Kedawung Sragen..
c.    Untuk mengetahui hubungan frekuensi antenatal care dengan pengetahuan ibu hamil tentang resiko tinggi kehamilan di PKD Setia Husada Kedawung Sragen.
D. Manfaat Penelitian
1.    Manfaat Teoritis
Sebagai sarana untuk menerapkan ilmu dan teori yang telah diperoleh serta untuk membandingkan antara yang seharusnya terjadi dengan kenyataan yang ada.
2.    Manfaat Praktis
a.    Bagi Pelayanan Kesehatan
Diharapkan dapat berguna sebagai masukan bagi tenaga kesehatan, khususnya para bidan dalam rangka meningkatkan pelayanan ANC pada ibu hamil tentang pengetahuan resiko tinggi kehamilan dan frekuensi kunjungan ibu hamil sehingga tidak terjadi keterlambatan dalam menegakkan diagnosis dan penanganannya.
b.    Bagi Institusi Pendidikan
Diharapkan dapat bermanfaat bagi mahasiswa untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang pelayanan ANC dan resiko tinggi kehamilan serta sebagai bahan atau sumber bacaan di perpustakaan Program Studi Kebidanan Akademi Kebidanan Estu Utomo Boyolali.
c.    Bagi Masyarakat
Diharapkan dapat menjadi informasi dan bermanfaat bagi masyarakat terutama ibu hamil untuk dapat menambah pengetahuan, mengenal/ medeteksi secara dini tentang resiko tinggi kehamilan, dan memiliki kesadaran untuk melakukan pemeriksaan ANC serta diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat kearah yang lebih baik.

E. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di PKD Setia Husada Kedawung Sragen. Waktu penelitian pada bulan April sampai dengan bulan Mei 2010.

SILAHKAN DOWNLOAD FILE LENGKAPNYA DISINI

No comments:

Post a Comment