Friday, March 30, 2012

HUBUNGAN POLA MAKAN DAN KEPATUHAN MINUM TABLET FE DENGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL


A. Latar Belakang
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu tolak ukur kualitas pelayanan kebidanan. Angka Kematian Ibu yang didapat dari Survei Demografi dan Data Kesehatan Indonesia (SDKI) yang terakhir dilaksanakan pada tahun 2003 diperkirakan sebesar 307 per 100.000 kelahiran hidup.

AKI dapat digolongkan pada kematian obstetri langsung, kematian obstetri tidak langsung dan kematian yang terjadi bersamaan tetapi tidak berhubungan dengan kehamilan dan pesalinan(2). Kematian obstetri tidak langsung disebabkan oleh penyakit atau komplikasi lain yang sudah ada sebelum kehamilan atau persalinan seperti Hipertensi, Jantung, Diabetes, Hepatitis, Malaria dan Anemia. Frekuensi Anemia di dunia dalam kehamilan cukup tinggi, berkisar antara (10%) sampai (20%).

Di seluruh dunia frekuensi anemia dalam kehamilan cukup tinggi berkisar antara 10%-20% Anemia dalam kehamilan yang paling sering dijumpai adalah anemia gizi besi, hal ini disebabkan kurangnya asupan zat besi dalam makanan karena gangguan resorpsi, gangguan penggunaan atau perdarahan.

Seorang wanita hamil yang memiliki kadar Hemoglobin (Hb) kurang dari 10 gr% disebut menderita anemia dalam kehamilan. Anemia pada kehamilan atau kekurangan kadar hemoglobin dalam darah dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius bagi ibu baik dalam kehamilan, persalinan dan nifas yaitu dapat mengakibatkan abortus, partus prematurus, partus lama karena inertia utein, perdarahan post partum karena atonia uteri, syok, infeksi intra partum maupun post partum. Anemia berat dengan Hb kurang dari 4 gr% dapat mengakibatkan dekompensatio cordis. Sedangkan komplikasi dapat terjadi pada hasil konsepsi yaitu kematian mudigah, kematian perinatal, prematuritas, cacat bawaan dan cadangan zat besi kurang

Beberapa faktor penyebeb anamia pada ibu hamil antara lain adalah dalam kenyataan tidak semua ibu hamil yang mendapat tablet zat besi meminumnya secara rutin, hal ini bisa disebabkan karena faktor ketidaktahuan pentingnya tablet zat besi untuk kehamilannya. Dampak yang diakibatkan minum tablet zat besi dan penyerapan/respon tubuh terhadap tablet besi kurang baik sehingga tidak terjadi peningkatan kadar Hemoglobin sesuai dengan yang diharapkan. Faktor lain yang berhubungan dengan anemia adalah adanya penyakit infeksi bakteri, parasit usus seperti cacing tambang, malaria.(4)

Berdasarkan hasil penelitian Widiastuti A (2008)(5) ” Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Anemia Pada Ibu Hamil Trimester III  Di Pkd Permata BundaSidoharjo, Sragen “ Ibu hamil trimester III yang tidak mengalami anemia lebih rutin dalam mengkonsumsi tablet Fe dan mengkonsumsi multivitamin serta lebih rutin dalam memeriksakan kehamilannya. Ibu hamil yang mengalami anemia jarang mengkonsumsi tablet Fe, bahkan ada juga ibu yang tidak pernah mengkonsumsi tablet Fe dan obat-obat lain yang diberikan oleh bidan.

Data Survai Mawas Diri (SMD) Tahun 2009 Puskesmas tangen tantang Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) rumah tangga didapati dari 120 sampel , yang makan < 3X sehari 36, 3X sehari 74, > 3X sehari 10. Yang makan dengan gizi seimbang 91 , tidak 41.
Berdasarkan survei pendahuluan yang dilakukan penulis pada tanggal 25 oktober 2009 di Puskesmas Tangen Sragen didapat jumlah ibu hamil 46 orang, jumlah ibu hamil yang mengalami anemia 27 (58,7 %) orang dan yang tidak anemia 19 (41,3%) orang, 14 (73.6 %) mengalami anemia ringan, 5 (22.4 %) mengalami anemia sedang.

Berdasarkan wawancara yang dilakukan terhadap 10 ibu hamil  6 diantaranya Pola konsumsi makan sehari-hari belum sesuai dengan kebutuhan gizi ibu hamil, dan 7 ibu hamil belum minum tablet Fe secara rutin dan benar. Dari uraian diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “ Hubungan pola makan  dan kepatuhan minum tablet Fe dengan Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Tangen Kabupaten Sragen ”

B.    Identifikasi dan Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas, dapat di identifikasi masalah penelitian :
1.    Masih banyaknya kasus anemia pada ibu hamil di wilayah puskesmas Tangen Sragen
2.    Kurangnya pengetahuan ibu tentang pola makan yang benar pada ibu hamil di wilayah puskesmas Tangen Sragen
3.    Kurangnya pengetahuan ibu tentang cara minum tablet Fe
Berdasarkan identifikasi masalah diatas, penulis merumuskan masalah “ Adakah Hubungan Pola Makan dan Kepatuhan Minum Tablet Fe dengan Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Tangen Kabupaten Sragen ? ”
C.    Tujuan Penelitian
1.    Tujuan Umum
Untuk mengetahui hubungan pola makan dan kepatuhan minum tablet Fe dengan anemia pada ibu hamil di Puskesmas Tangen Sragen

2.    Tujuan Khusus
a.    Untuk mengetahui karakteristik ibu hamil di Puskesmas Tangen Sragen
b.    Untuk mengetahui gambaran pola makan ibu hamil di Puskesmas Tangen Sragen
c.    Untuk mengetahui gambaran kepatuhan minum tablet FE ibu hamil di Puskesmas Tangen Sragen
d.    Untuk mengetahui hubungan pola makan dan kepatuhan minum tablet Fe dengan anemia pada ibu hamil di Puskesmas Tangen Sragen
D. Manfaat Penelitian
1.    Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan tentang hubungan pola makan dan kepatuhan minum tablet Fe dengan anemia pada ibu hamil
2.    Manfaat Praktis
Dari hasil penelitian informasi yang diperoleh diharapkan dapat digunakan sebagai masukkan dalam memberikan pelayanan kebidanan dalam mencegah terjadinya anemia pada ibu hamil di wilayah puskesmas Tangen

E. Lokasi Dan Waktu Penelitian
 Penelitian  dilakukan Di Puskesmas Tangen Kabupaten Sragen dengan rentang waktu selama bulan April sampai Juni 2010

F. Keaslian Penelitian
Telah banyak penelitian terdahulu yang meneliti tentang anemia. Tetapi penelitian yang meneliti “ Hubungan polamakan dan kepatuhan minum tablet FE dengan anemia pada ibu hamil di Puskesmas Tangen Sragen ” belum pernah dilakukan
1.    Widiastuti A (2008) dengan judul “ Faktor-faktor yang Mempengaruhi Anemia pada Ibu Hamil Trimester III di PKD Permata Bunda, Sidoharjo, Sragen ”. menggunakan metode deskriptif kualitatif yang berlokasi di Sidoharjo sragen. Hasil Penelitian: 1) Sebagian besar ibu hamil trimester III mengkonsumsi beranekaragam makanan yang kaya akan karbohidrat, zat besi, protein, lemak, vitamin, mineral dan asam folat. 2) Sebagian besar ibu hamil mempunyai kebiasaan yang sama dalam mengolahan makanan yaitu lebih sering memotong sayuran terlebih dahulu baru kemudian dicuci dan untuk sayuran yang sisa, hanya sayuran tertentu yang dihangatkan (sayur gori). Semua ibu hamil menyimpan makanannya diatas meja dengan ditutupi tudung saji. 3) Ibu hamil trimester III yang tidak mengalami anemia lebih sering memeriksakan kandungannya serta rutin dalam mengkonsumsi tablet Fe dan multivitamin, sedangkan ibu hamil yang mengalami anemia jarang atau tidak pernah mengkonsumsi tablet Fe dan multivitamin
2.    Penelitian yang dilakukan oleh Hartiningsih E (2007) (1) “ Tingkat Pengetahuan Tentang anemia Kehamilan dan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Wilayah Puskesmas Mangkang Tahun 2007 “ Jenis penelitian adalah diskriptif variabel yang diteliti adalah tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia kehamilan dan kejadian anemia pada ibu hamil . Hasil penelitian Tingkat pengetahuan ibu hamil diwilayah Puskesmas Mangkang adalah baik sebanyak 80 %. Dan ibu hamil di wilayah Puskesmas Mangkang semarang sebagian besar tidak anemia 64 %
Perbedaannya dengan penelitian yang sedang penulis lakukan adalah pada tempat, waktu, responden dan variabel penelitian. Penelitian ini lebih menekankan hubungan pola makan dengan kepatuhan minum tablet Fe dengan anemia pada ibu hamil di Puskesmas Tangen Sragen.

No comments:

Post a Comment